Selasa, 10 November 2009

Paragraf

Paragraf

A. Definisi Paragraf

Paragraf ialah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Secara lahiriah unsur paragraf itu berupa :

1. Kalimat topik atau kalimat utama,

2. Kalimat pengembang atau kalimat penjelas,

3. Kalimat penegas,

4. Kalimat, klausa, prosa, dan penghubung.

Fungsi utama paragraf adalah :

1. Untuk menandai pembukaan atau awal ide atau gagasan baru,

2. Sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya,

3. Sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.

B. Persyaratan Paragraf Yang Baik

1. Kepaduan Paragraf

Persyaratan paragraf yang baik yaitu adanya kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Untuk mencapai kepaduan, langkah-langkahnya ialah kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu. Agar kalimat-kalimat bertahan secara logis dan padu, maka gunakanlah kata penghubung.

Kata penghubung ada dua jenis, yaitu kata penghubung intra kalimat, dan kata penghubung antar kalimat. Kata penghubung intra kalimat adalah kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat, sedangkan kata penghubung antar kalimat adalah kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. Contoh kata penghubung intra kalimat, yaitu :

1. Karena,

2. Sehingga,

3. Tetapi,

4. Sedangkan,

5. Apabila,

6. Jika,

7. Maka, dan lain-lain.

Contoh kata penghubung antar kalimat, yaitu :

1. Oleh karena itu,

2. Jadi,

3. Kemudian,

4. Namun,

5. Selanjutnya,

6. Bahkan, dan lain-lain.

Berikut ini adalah contoh paragraf yang padu, dengan memperhatikan kalimat-kalimat penghubung :

David Beckham adalah seorang pemain sepak bola yang sukses. Buktinya, suami Victoria Beckham ini selalu bergelimpang harta kekayaan dan kepopuleran. Walaupun masih terikat kontrak dengan Real Madrid sampai Juni 2007, mantan kapten Inggris ini sudah mengumumkan secara resmi kepindahannya ke LA Galaxy di liga Amerika Serikat. Bahkan, pemain yang memiliki tendangan jarak jauh yang mematikan lawan ini sudah menandatangani kontrak transfer 250 juta dolar AS. Selain menerima gaji 250 juta AS dari LA Galaxy, ia juga menerima 250 juta euro per tahun hingga Juni 2007 dari Real Madrid. Akibat pemberitaan ini, lelaki yang pernah berselisih dengan pelatihnya di Manchester United ini banyak mendapatkan kritikan dan laporan tidak sedap tentang dirinya di berbagai media massa, tetapi ayah dari Brooklyn, Romeo,dan Cruz ini tetap menjadi pemain sepak bola yang terpopuler dan menjadi buah bibir di jagat persepakbolaan dunia.

2. Kesatuan Paragraf

Selain kepaduan, persyaratan penulisan paragraf yang baik adalah dengan prinsip kesatuan. Yang dimaksud dengan prinsip kesatuan ialah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat yang diletakkan di awal paragraf dinamakna paragraf deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Berikut ini adalah contoh paragraf deduktif dan induktif :

a. Contoh paragraf deduktif :

SEBUAH TES PALING TERPERCAYA

Hingga saat ini tes DNA masih tercatat sebagai metode paling mutakhir dalam mengungkap jati diri seseorang. Setelah ditemukan pada 1084 oleh pakar genetika Universits Leichester Inggris, Profesor Alec Jeffrey, tes DNA memberikan data akurat, karena berbasis informasi genetika karena pangkalnya adalah karakteristik khas setiap manusia. Untuk menguji identitas seseorang, misalnya cukup diambil 40 hingga 100 persen sekuen rantai kode genetika. Kemudian rantai ini dibandingkan dengan sekuen kode genetika keluarga terdekatnya, biasanya ayah atau saudara kandungnya. Jika nyaris identik atau banyak sekali kesamaan, jati diri seseorang dapat dipastikan. (Republika, 2006:21).

b. Contoh paragraf induktif :

SEBUAH TES PALING TERPERCAYA

Setelah ditemukan pada 1084 oleh pakar genetika Universits Leichester Inggris, Profesor Alec Jeffrey, tes DNA memberikan data akurat, karena berbasis informasi genetika karena pangkalnya adalah karakteristik khas setiap manusia. Untuk menguji identitas seseorang, misalnya cukup diambil 40 hingga 100 persen sekuen rantai kode genetika. Kemudian rantai ini dibandingkan dengan sekuen kode genetika keluarga terdekatnya, biasanya ayah atau saudara kandungnya. Jika nyaris identik atau banyak sekali kesamaan, jati diri seseorang dapat dipastikan. Hingga saat ini tes DNA masih tercatat sebagai metode paling mutakhir dalam mengungkap jati diri seseorang. (Republika, 2006:21).

3. Kelengkapan Paragraf

Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh, dan lain-lain. Selain itu, kalimat penjelas berarti, apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf.

Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat dikembangkan dengan cara, pertentangan, perbandingan, analogi, contoh, sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.

C. Pengembangan Paragraf

1. Cara Pertentangan

Pengembangan paragraf dengan cara pertentangan biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti, berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari. Contoh :

Hukum Indonesia

Orde politik Indonesia kini jauh berbeda dari orde pada tahun 1967-1998. Ini menyebabkan kehidupan dan penegakan hokum dalam kedua periode orde itu juga berbeda besar. Orde pemerintahan Soeharto memiliki kecenderungan kuat ke arah sentralisme, otoriter, dan represif. Sejak 1998, orde politik yang disebut reformasi, bertolak belakang dengan watak orde sebelumnya. Jika sebelumnya otoriter dan tertutup, orde 1998 mengkedepankan akuntabilitas public dan keterbukaan. Perubahan besar itu amat berpengaruh terhadap penegakan hokum atau cara bangsa ini berhukum (Kompas, 2007:29).

2. Cara Perbandingan

Pengembangan paragraf dengan cara ini biasanya menggunakan ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu. Contoh :

Indonesia adalah negeri pehlawan, sosok yang dikagumi Karena keberaniannya berkorban bagi bangsa. Pada masa prakemerdekaan pahlawan dituntu memiliki keberanian membela kaum terjajah dan menentang kaum penjajah. Berbeda dengan pahlawan pada pra kemerdekaan, pahlawan yang diperlukan di masa pasca kemerdekaan adalah pahlawan kebajikan, pahlawan-pahlawan kehidupan. Pahlawan akan dikenang bukan karena berani mati, melainkan juga karena berani mengabdi hidup demi kesejahteraan bangsa.

3. Cara Analogi

Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Kata-kata yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti, dan bagaikan. Berikut adalah contoh pengembangan dengan cara analogi :

Dalam persoalan Poso kita memang diingatkan bahwa penanganannya tidaklah mudah. Ibaratnya kita diminta untuk memegang telur, kalau terlalu keras memegangnya maka telur itu akan pecah, tetapi kalau terlalu longgar juga akan pecah karena akan terlepas dari tangan dan terjatuh. Kita harus menanganinya secara tep[at dan yang harus menjadi perhatian kita bersama janganlah masalah ini membuat kita sebagai bangsa menjadi pecah (Kompas, 2006:6).

4. Cara Contoh-contoh

Kata seperti, misalnya, contohnya, dan lain-lain adalah ungkapan-ungkapan dalam pengembangan dalam pengembangan dalam mengembangkan paragraf dengan contoh. Berikut contohnya :

Selain tipe introvert, sifat manusia adalah ekstrover. Tipe ekstrover adalah orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya kepada orang lain dan kepada masyarakat. Orang yang tergolong tipe ekstrover memiliki sifat-sifat tertentu, contohnya berhati terbuka, lancar dalam pergaulan, ramah tamah, penggembira, mudah mempengaruhi, dan mudah dipengaruhi oleh orang lain (Purwanto, 1984:147).

5. Cara Sebab Akibat

Pengembangan paragraf dengan cara ini dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Ungkapan yang digunakan yaitu padahal, akibatnya, oleh karena itu, dan karena. Berikut contohnya :

Seharusnya Indonesia telah menerapkan negara kesejahteraan kemerdekaan. Program Jamsostek baru dimulai pada 1976 sehingga Indonesia tertingaal membentuk tabungan nasional. Padahal, Malaysia sudah memulainya sejak 1959. Akibatnya, saat krisis melanda asia pada 1997/1998, Indonesia paling sulit untuk bangkit lagi. Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan reformasi penyelanggaraan program jaminan sosial.

6. Cara Definisi

Adalah, yaitu, ialah, merupakan kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraf dengan cara definisi. Contohnya ialah :

R.S.Woodworth berpendapat, “Psikologi ialah ilmu jiwa.”, sedangkan menurut Crow “Psikologi adalah kejiwaan manusia dalam berinteraksi dengan dunia disekitarnya.”.

7. Cara Klasifikasi

Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokkan bedasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-kata yang digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan. Berikut ini adalah contohnya :

Penyelidikan tentang tempramen dan watak manusia telah dilakukan sejak dahulu kala. Hippo Crates dan Galenus mengemukakan bahwa manusia dapat dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat-zat cair yang ada di dalam tubuhnya.